Tujuan Politik Cerdas Berintegritas Terpadu dalam Menegakkan Demokrasi Di Indonesia

Partai politik memiliki peran sangat penting dalam tatanan suatu negara. Tanpa adanya parpol, pemerintahan suatu negara tidak akan berjalan dengan benar. Sayangnya, kasus korupsi masih menjadi masalah serius bagi politik di Indonesia. Meskipun dilansir pada laman Katada, bahwa indeks korupsi Indonesia menurun, tetapi bukan berarti pemerintah bisa bertopang dagu. Jika dibiarkan, korupsi dapat menggerogoti instansi pemerintah maupun swasta yang berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi negara.

Untuk memberantas korupsi, pemerintah lewat lembaga terkait, yaitu KPK terus menggalakkan program anti korupsi. Salah satunya melalui Politik Cerdas Berintegritas Terpadu. Lantas, apa saja tujuan dari program ini?

Tujuan Program Politik Cerdas Berintegritas

1. Mendorong Komitmen Integritas

Tujuan pertama dari program Politik Cerdas Berintegritas adalah mendorong komitmen integritas dan meningkatkan kesadaran budaya antikorupsi, terutama di lingkup para pengurus partai terlebih dahulu. Integritas menjadi poin penting bagi politisi. Seperti dilansir pada laman Koran Sulindo, bahwa integritas diharapkan mampu mendorong kehidupan demokrasi yang sehat.

Pengurus partai yang memiliki integritas memiliki kesadaran penuh bahwa mereka berperan sebagai penghubung antara rakyat dan pemerintah. Adanya integritas juga melahirkan rasa tanggung jawab dalam mengemban tugas. Bahkan, seseorang yang berintegritas tidak akan mudah tergoda untuk melakukan korupsi maupun tindakan lain yang merugikan negara.

Sayangnya, untuk membangun integritas tidaklah semudah yang dibayangkan. Diperlukan pelatihan secara berkesinambungan untuk para pengurus partai.

2. Meningkatkan Kesadaran Politik Cerdas Berintegritas dalam Penyelenggaraan Pemilu

Menjelang pemilu rawan terjadinya pelanggaran yang dapat menghambat penegakan demokrasi di Indonesia. Dilansir pada laman Detik, jenis-jenis pelanggarannya pun cukup bervariatif, mulai dari pelanggaran kode etik, administratif, hingga pelanggaran tindak pidana pemilu.

Program Politik Cerdas Berintegritas kemudian hadir sebagai upaya pencegahan masalah tersebut. Melalui program KPK ini, diharapkan politisi memiliki integritas dalam dirinya sehingga pelanggaran pemilu dapat diminimalisir. Sebab, tidak bisa dipungkiri bahwa untuk berubah, haruslah dimulai dari diri sendiri. Ketika kesadaran politik cerdas kian meningkat, maka pelanggaran pemilu dan kasus korupsi lainnya akan lebih terkendali.

3. Mengajak Internal Parpol untuk Melaksanakan Aksi Nyata

Korupsi merupakan penyakit serius bagi banyak instansi dan cukup sulit untuk diberantas. Minimnya pengawasan dan kurangnya dukungan dari instansi terkait jadi salah satu kendala dalam pemberantasan korupsi. Melalui program Politik Cerdas Berintegritas, diharapkan internal partai politik mampu melaksanakan aksi nyata.

Salah satu bentuk aksi nyata dalam mengurangi korupsi adalah mengimplementasikan hasil pembelajaran antikorupsi. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa aksi nyata ini bisa dimulai dari diri sendiri. Contoh sederhananya adalah tidak melakukan korupsi jam kerja.

Meski terkesan sepele, tapi korupsi jam kerja dapat merusak integritas diri. Hal-hal remeh semacam ini bisa jadi kebiasaan buruk yang merupakan cikal bakal dari kasus korupsi yang lebih besar.

Kenapa Korupsi Harus Diberantas?

Meskipun secara indeks korupsi di Indonesia mulai menurun, tetapi kasus ini tetap menjadi perhatian pemerintah. Bukan tanpa alasan kenapa pemerintah melalui KPK menghadirkan program-program antikorupsi. Sebab, kasus korupsi telah membuat negara kehilangan aset dalam jumlah besar.

Tidak hanya itu, kasus korupsi di lingkup swasta maupun pemerintahan menimbulkan ketidakpercayaan dalam diri masyarakat. Menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan berpengaruh pada keharmonisan negara. Bahkan, kasus korupsi juga dapat mencoreng citra Indonesia di mata dunia. Oleh karenanya, korupsi perlu diberantas dengan menanamkan kesadaran politik cerdas di kalangan partai politik dan masyarakat secara luas.

Untuk itu, yuk, cari informasi lebih lengkap mengenai sikap antikorupsi dan integritas melalui situs ACLC KPK.

 

Source:

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/02/01/indeks-persepsi-korupsi-indonesia-memburuk-pada-2022

https://news.detik.com/pemilu/d-6549735/pelanggaran-pemilu-jenis-jenis-pencegahan-dan-penanganannya

https://aclc.kpk.go.id/program/pcb/politik-cerdas-berintegritas

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *