Polisi Kantongi Hasil Labfor Kandungan yang Sebabkan Air Sungai di Klaten Merah Bak Darah SegarĀ 

Masih ingat hebohnya warga Klaten dengan peristiwa air sungai Desa Ngreden mendadak berwarna merah ? Kabar terbaru, setelah dua minggu penyelidikan, polisi akan mengungkap aktor di balik merahnya air sungai di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Kasat Reskrim Polres Klaten AKPGuruhBagusEddySuryanamengatakan, hasil laboratorium forensik (labfor) akan diambil Senin (4/10/2021) depan.

Setelah pekan lalu mengambil sampel dan penyelidikan, polisi membawa air itu ke Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Semarang. Guruh mengatakan, pihaknya akan mempelajari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Labfor Cabang Semarang. Nantinya, bila hasilpemeriksaan labfor tersebut menunjukkan terjadi pencemaran atau zat berbahaya, akan ditindaklanjuti penyelidikannya.

"Hasil Labfor itu nanti kami analisis dulu, kami baca, kemudian baru kami gelarkan hasilnya," ujar Guruh. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Klaten bereaksi terhadap dugaan pencemaran di sungai Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari yang berubah jadi merah. Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Klaten, Dwi Maryono mengatakan peristiwa itu terjadi sangat singkat.

Maryono mengatakan telah meminta keterangan kepada kepala desa serta warga setempat. Ia menuturkan dari laporan warga, ada mobil boks yang mencurigaakan di lokasi kejadian. "Berdasarkan laporan dari warga, kemarin ada mobil boks berhenti di lokasi dan sedang mencuci mobil, dan diduga mencuci suatu barang sehingga tumpah di sungai," kata dia.

"Kita berpesan dengan Kades untuk melaporkan ke kami jika terjadi kejadian yang sama," pungkasnya. Bahkan Polres Klaten menerjunkan tim khusus untuk menyelidiki viralnya sungai itu. Kasi Humas Polres Klaten Iptu Abdillah menerangkan, tim khusus tersebut yakni Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim.

Abdillah mengatakan, tim tersebut mengambil sampel air dan kapas yang berada di TKP. Selain itu, ia mengungkapkan pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Klaten terkait kasus tersebut. "Sampel tersebut akan dibawa labfor dan kami telah melakukan klarifikasi kepada saksi saksi terkait kasus ini," kata Abdillah.

Kemudian ia mengaku telah mendapatkan informasi dari warga setempat, bahwa telah melihat mobil boks di tengah sawah. Dia menjelaskan warga tersebut melihat orang di dalam mobil tersebut tengah membuang sesuatu di sungai. "Diduga itu limbah dari pabrik, dimungkinkan karena tidak mempunyai tempat pembuangan limbah, akhirnya membuang limbah itu di sungai tersebut," ujarnya.

Warga di Kabupaten Klaten dihebohkan dengan penampakan air sungai di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari mendadak jadi merah, Kamis (16/9/2021). Bahkan video yang diunggah oleh akun bernama Deni Legowo di grup Facebook Info Seputar Klaten berdurasi 23 detik menjadi viral di mana mana. Perekam terdengar berucap :

"Sungai Ngreden tercemar lur, merah merona, iwake do mati(sungai Ngrenden teremar saudara, merah merona, ikannya mati), " ucap seseorang di dalam video tersebut. "Lokasi ngreden, kaline abang seperti darah(Lokasi Ngrenden, sungai seperti darah)," imbuhnya. Bahkan warga ketakutan dan tak berani memegang air sungai yang selama ini menjadi saluran irigasi itu.

Warga Desa Ngreden Wiyadi (54), mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Ia mengaku kaget melihat warna air sungai tersebut berubah tiba tiba. Wiyadi mengaku kejadian tersebut merupakan kejadian pertama kali terjadi di Desa Ngreden.

Dikatakan, kejadian tersebut berlangsung selama 15 menit. "Kejadian ini sempat viral, warga pada takut semua, saya tidak berani memegang air sungai waktu itu," ucap dia. Kepala Desa Ngreden Sunarto mengaku sudah menerima laporan tersebut dari warga sehingga akan berkoordinasi dengan pimpinan lainnya.

"Air yang tercemar dapat mengganggu perkembangan tanaman padi dan mengperngaruhi kualitas padi nantinya," ujar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *